angin menerpa tubuh yang terjaga dr kelamnya malam
menatap sejurus harap yang mengambang kepermukaan
akankah sinar tu tetap syahdu terasa?
atau hanya membias lewat?
masih tergambar jelas alunan nada itu..
dmn selalu ad syair indah mengalun
melalui tangan-tangan manis mu
melalui tiap senyum yg terlempar untuk ku...
aku disini yg haus akan dirimu
Kamis, 10 September 2009
Jumat, 04 September 2009
Kamis, 03 September 2009
dia dtg bagai sosok angin
berhembus sejuk masuk ke pori-pori ku yg kering
mengalir indah tuk dirasa..
nikmat tuk di kecap
andai mampu, ingin ku hantar kau masuk kesana
tempat dmn ku tanggalkan seonggok hal yg kusebut impi
sentuhlah impi ku wahai angin..
bwa ia pergi mnju sumur hatimu
tenggelamkan aku wahai angin..
krn aku tak ingin permukaanku kembali kering..
berhembus sejuk masuk ke pori-pori ku yg kering
mengalir indah tuk dirasa..
nikmat tuk di kecap
andai mampu, ingin ku hantar kau masuk kesana
tempat dmn ku tanggalkan seonggok hal yg kusebut impi
sentuhlah impi ku wahai angin..
bwa ia pergi mnju sumur hatimu
tenggelamkan aku wahai angin..
krn aku tak ingin permukaanku kembali kering..
Sabtu, 02 Mei 2009
pagi ini ku nantikan snyum manismu menungguku dsini
menemani jiwaku yg terbngun dr letihnya mlm yg kulalui
dgn secangkir cinta yg mpu melegakan dahaga
dan satu kecupan lembut tuk jiwaku
lalu aku kan mbwa kau terbng mengelilingi pagi ni
merasakan kicau burung bersenandung menyanyikan kidung kerinduan
mersakan kilau mentari menyentuh jiwa2 yg sepi
dengan syap2na yg mengepak kokoh..
aku kan sirami pagimu dgn segenap kasih,
agar tman yg kita bgun kan tetap berkembang
meebarkan wangi surga sepanjng masa...
menemani jiwaku yg terbngun dr letihnya mlm yg kulalui
dgn secangkir cinta yg mpu melegakan dahaga
dan satu kecupan lembut tuk jiwaku
lalu aku kan mbwa kau terbng mengelilingi pagi ni
merasakan kicau burung bersenandung menyanyikan kidung kerinduan
mersakan kilau mentari menyentuh jiwa2 yg sepi
dengan syap2na yg mengepak kokoh..
aku kan sirami pagimu dgn segenap kasih,
agar tman yg kita bgun kan tetap berkembang
meebarkan wangi surga sepanjng masa...
Minggu, 12 April 2009
rinai hujan basahi tiap sudut hatiku
hati yg telah lama kering tertimpa mentari
merangkak pergi aku menuju sudut jendela
dmna ku gantungkan semua penat ku
kuraih sisa penatyg kupunya
ku hempas sejauh mata memandang
berharap ia kan terbang
bersama angin malam
dan kan hanyut bersama bulir air hujan
mengalir jauh....
dan tenggelam akan arusnya.....
hati yg telah lama kering tertimpa mentari
merangkak pergi aku menuju sudut jendela
dmna ku gantungkan semua penat ku
kuraih sisa penatyg kupunya
ku hempas sejauh mata memandang
berharap ia kan terbang
bersama angin malam
dan kan hanyut bersama bulir air hujan
mengalir jauh....
dan tenggelam akan arusnya.....
my heart...
bgmna aku mpu mnjbarkan ttg drimu?
kau bgtu sempurna tuk ku cela..
bhkan bgtu kharismatik tuk ku lupa
dr setiap snyum yg terukir, selalu ad cinta...
di setiap alunan kata yg terucap
selalu ada kasih...
hingga aku tak kuasa tuk menjauh
aku membutuhkanmu bgai bunga membutuhkan hujan
aku membutuhkanmu meski jiwaku tak mampu berucap itu
aku membutuhkanmu lebih dari aku membutuhkan driku sendiri...
kau bgtu sempurna tuk ku cela..
bhkan bgtu kharismatik tuk ku lupa
dr setiap snyum yg terukir, selalu ad cinta...
di setiap alunan kata yg terucap
selalu ada kasih...
hingga aku tak kuasa tuk menjauh
aku membutuhkanmu bgai bunga membutuhkan hujan
aku membutuhkanmu meski jiwaku tak mampu berucap itu
aku membutuhkanmu lebih dari aku membutuhkan driku sendiri...
Rabu, 08 April 2009
rela...
merelakan tak semudah yg kukira
tak secepat itu mampu membalut yg namamy LUKA
dan menoreh KEBAHAGIAAN
ketika cinta merekah
aku terlalu takut tuk memulai,
dan naif tuk mengakui
hingga kata akhir tu drsa lbih baik
dan ternyata tak terlalu baik bagi diriku dan hatiku
tak secepat itu mampu membalut yg namamy LUKA
dan menoreh KEBAHAGIAAN
ketika cinta merekah
aku terlalu takut tuk memulai,
dan naif tuk mengakui
hingga kata akhir tu drsa lbih baik
dan ternyata tak terlalu baik bagi diriku dan hatiku
..??...
ketika hati bertnya pd jwa yg kosong
kmn perginy detakmu?
detak yg selalu berdenting mesra mengalunkan kidung kerinduan
dan ketika ia kembali bertnya
kmn arah haluan yg kau tuju?
kau hanya mampu diam....
diam pada kebisuan malam mu,
yg hanya mendengarkan keheningan hati
sebauh narasi sepi.....
kmn perginy detakmu?
detak yg selalu berdenting mesra mengalunkan kidung kerinduan
dan ketika ia kembali bertnya
kmn arah haluan yg kau tuju?
kau hanya mampu diam....
diam pada kebisuan malam mu,
yg hanya mendengarkan keheningan hati
sebauh narasi sepi.....
Jumat, 03 April 2009
sakit & perih
ap yg dpt d rsa dr hal yg bernama SAKIT?
yg mampu menjalar manis ke seluruh tubuh
bahkan syaraf mu...
ap yg dpt di rasa dr hal yg bernama PERIH..?
yg mampu menikam hingga ke ulu hati
apa yg kau tau ttg SAKIT & PERIH?
tak kan mampu kau resapi
jika dewi manis itu masih bertahta dihatimu
dan bila ia pergi,
SAKIT & PERIH itu kan menghampirimu
merengkuhmu...
hingga kau hanya kan terpengkur jatuh....
yg mampu menjalar manis ke seluruh tubuh
bahkan syaraf mu...
ap yg dpt di rasa dr hal yg bernama PERIH..?
yg mampu menikam hingga ke ulu hati
apa yg kau tau ttg SAKIT & PERIH?
tak kan mampu kau resapi
jika dewi manis itu masih bertahta dihatimu
dan bila ia pergi,
SAKIT & PERIH itu kan menghampirimu
merengkuhmu...
hingga kau hanya kan terpengkur jatuh....
Kamis, 02 April 2009
aq & kenangan
tinta ni kan semakin memudar
seiring waktu yg kutempuh
namamu kan sedikit terhapus
seiring berangsur perginya bayangmu
disisiku..dalam peraduan sepiku....
seiring waktu yg kutempuh
namamu kan sedikit terhapus
seiring berangsur perginya bayangmu
disisiku..dalam peraduan sepiku....
Rabu, 01 April 2009
Sabtu, 28 Maret 2009
aqUw senang pada sepiku,
pada gelapnya malam yang kucipta sendiri
pada hitamnya tempat yang kubangun
pada fondasi angkuhnya aqUw berdiri
sepi adalah temanku tuk bertanya
akan rasa yang tak mampu kuraba
akan hadir yang tak mampu ku harap
akan dunia yang tak mampu kulewati
dengan atau bahkan kakiku melangkah...
sepi adalah sahabat jiwaku bernyanyi
yang mampu berlagu bersamaku
meski tanggis mengusik perbincangan kami
meski tawa semu mencoba mencaci
kami tetap berbincang
dalam kalbu yang sama...
pada gelapnya malam yang kucipta sendiri
pada hitamnya tempat yang kubangun
pada fondasi angkuhnya aqUw berdiri
sepi adalah temanku tuk bertanya
akan rasa yang tak mampu kuraba
akan hadir yang tak mampu ku harap
akan dunia yang tak mampu kulewati
dengan atau bahkan kakiku melangkah...
sepi adalah sahabat jiwaku bernyanyi
yang mampu berlagu bersamaku
meski tanggis mengusik perbincangan kami
meski tawa semu mencoba mencaci
kami tetap berbincang
dalam kalbu yang sama...
pagiku bias kabut yang hadir di balik kilaunya warnamu..
warna yang kan hadir dari peraduan malam yang kelam...pekat...
pagiku seuntai senyum beku yang kan siap rapuh tertiup angin
yang siap melayang, kemudian hilang...
pagiku rembesan air yang mengalir dari celah sisi-sisi kosongmu
lalu mengalir..dan tergenang...
pagiku bergema namamu..
berselimut bayangmu...
bernafas cintamu....
warna yang kan hadir dari peraduan malam yang kelam...pekat...
pagiku seuntai senyum beku yang kan siap rapuh tertiup angin
yang siap melayang, kemudian hilang...
pagiku rembesan air yang mengalir dari celah sisi-sisi kosongmu
lalu mengalir..dan tergenang...
pagiku bergema namamu..
berselimut bayangmu...
bernafas cintamu....
melati ku...
MELATI ku jatuh terkulai di keringnya tanah
semerbak ahrumnya masih dapat kurasa
menusuk panca indera penciuman ku
seketika kurasa seluruh ruang ini ad hadirnya,
MELATI ku yang lusuh karena waktu..
MELATIKU yang hamya mampu kurasa
tanpa mampu ku gapai.....
semerbak ahrumnya masih dapat kurasa
menusuk panca indera penciuman ku
seketika kurasa seluruh ruang ini ad hadirnya,
MELATI ku yang lusuh karena waktu..
MELATIKU yang hamya mampu kurasa
tanpa mampu ku gapai.....
Langganan:
Postingan (Atom)