Sabtu, 28 Maret 2009

aqUw senang pada sepiku,
pada gelapnya malam yang kucipta sendiri
pada hitamnya tempat yang kubangun
pada fondasi angkuhnya aqUw berdiri

sepi adalah temanku tuk bertanya
akan rasa yang tak mampu kuraba
akan hadir yang tak mampu ku harap
akan dunia yang tak mampu kulewati
dengan atau bahkan kakiku melangkah...

sepi adalah sahabat jiwaku bernyanyi
yang mampu berlagu bersamaku
meski tanggis mengusik perbincangan kami
meski tawa semu mencoba mencaci
kami tetap berbincang
dalam kalbu yang sama...


pagiku bias kabut yang hadir di balik kilaunya warnamu..
warna yang kan hadir dari peraduan malam yang kelam...pekat...
pagiku seuntai senyum beku yang kan siap rapuh tertiup angin
yang siap melayang, kemudian hilang...
pagiku rembesan air yang mengalir dari celah sisi-sisi kosongmu
lalu mengalir..dan tergenang...

pagiku bergema namamu..
berselimut bayangmu...
bernafas cintamu....

melati ku...

MELATI ku jatuh terkulai di keringnya tanah
semerbak ahrumnya masih dapat kurasa
menusuk panca indera penciuman ku
seketika kurasa seluruh ruang ini ad hadirnya,
MELATI ku yang lusuh karena waktu..
MELATIKU yang hamya mampu kurasa
tanpa mampu ku gapai.....